Fake or Real

Cara Membedakan Christian Louboutin Asli vs Palsu, Jangan Tertipu Red Sole

2 hours ago
Related Brands:

Christian Louboutin adalah simbol kemewahan global, terutama untuk produk heel dengan red sole yang ikonis hingga banyak dikoleksi selebritas terkenal dunia. Namun sayangnya, hal ini memancing produsen tak bertanggung jawab untuk memalsukannya. Membedakan produk asli dengan tiruan memerlukan ketelitian pada detail kecil yang seringkali diabaikan.

Model memakai produk Christian Louboutin (Sumber foto: Instagram/christianlouboutin) Model memakai produk Christian Louboutin (Sumber foto: Instagram/christianlouboutin)

Pada artikel kali ini, voilà.id akan bahas cara membedakan produk Christian Louboutin agar kamu tidak tertipu mendapatkan produk palsu, seperti pada sneaker, sepatu, hingga tas. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Sol Merah Ikonik (The Signature Red Sole)

Memeriksa sol pada footwear bisa menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengetahui produk Christian Louboutin asli vs palsu. Sol asli terbuat dari genuine leather berkualitas tinggi yang dicat dengan red lacquer warna cerah glossy, tidak pucat atau terlalu gelap. Sepatu palsu sering menggunakan plastik atau rubber yang warnanya cenderung terlalu gelap atau terlalu oranye. Karena menggunakan lacquer pada leather, sol asli akan tergores dan catnya bisa mengelupas jika dipakai lama dan segera menunjukkan warna leather asli di bawahnya. Jika sepatu sudah digunakan namun sol tetap tampak sempurna tanpa goresan, itu bisa menjadi indikasi kuat pada produk palsu.

Sole merah pada sneaker (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

1. Sol Merah Ikonik (The Signature Red Sole)
Sole pada pump shoes (Sumber foto: actbay.wholebeat.shop) Sole pada pump shoes (Sumber foto: actbay.wholebeat.shop)

Selain itu, periksa detail tulisan yang terukir di bagian bawah sepatu (outsole). Tulisan “Christian” dibuat dalam font kursif. Pastikan huruf “L” pada “Louboutin” tidak menyentuh huruf “o”. Pada barang palsu, spasi antar huruf sering kali tidak rapi atau terlalu rapat. Tulisan “MADE IN ITALY” juga harus dibuat dengan huruf kapital. Pada produk palsu seringkali menuliskannya dengan “MADEINITALY” tanpa spasi. Louboutin juga menggunakan ukuran Eropa (seperti 37, 38). Jika ada ukuran setengah, penulisannya selalu memakai pecahan “½” (contoh: 38 ½), bukan desimal seperti “38.5”.

2. Cek Kualitas Jahitan atau Stitching

Produknya dibuat dengan standar craftsmanship tinggi dan proses manual dengan berbagai tahapan, serta kontrol kualitas sangat ketat. Jahitan harus lurus, rapat, dan konsisten. Tidak boleh ada benang yang mencuat, jahitan ganda yang berantakan, atau sisa lem di area sambungan. Pada tas, stitching pada bagian dalam sama rapinya dengan bagian eksterior. Sedangkan pada model sneaker (seperti Louis Spikes), jahitan di bagian tumit harus sejajar sempurna. Jika kamu melihat jahitan yang miring atau kasar, itu dipastikan palsu.

Stitching pada tas yang rapi (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

2. Cek Kualitas Jahitan atau Stitching
Stitching yang rapi pada sepatu (Sumber foto: us.christianlouboutin.com) Stitching yang rapi pada sepatu (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

3. Periksa Material dan Visual Produk

Christian Louboutin menciptakan produk mewah sehingga semua materialnya harus berkualitas tinggi. Material leather atau suede harus terasa lembut, halus, dan berkualitas, bukan kaku atau terasa seperti plastik. Jika material yang dipakai terasa murahan, jahitan tidak rapi, atau ada bagian yang tampak “dipaksakan”, ada kemungkinan besar jika itu adalah produk palsu.

Leather shoes yang kokoh (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

3. Periksa Material dan Visual Produk
Tas dengan bentuk terstruktur (Sumber foto: us.christianlouboutin.com) Tas dengan bentuk terstruktur (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

Produk asli menggunakan high-quality leather beraroma leather yang khas, sedangkan produk palsu sering memiliki bau kimia atau plastik yang menyengat. Jika produk memiliki detail spikes (duri), bagian tersebut harus terpasang dengan kokoh, simetris, dan tidak menunjukkan sisa lem di dasarnya. Untuk tas, produk Louboutin memiliki struktur kokoh. Jika tas terlihat lemas, kehilangan bentuk saat diletakkan, atau hardware terasa ringan dan murah, waspadalah.

4. Periksa Logo Brand

Logo brand pada sepatu dan sneaker (Sumber foto: us.christianlouboutin.com dan us.christianlouboutin.com) Logo brand pada sepatu dan sneaker (Sumber foto: us.christianlouboutin.com dan us.christianlouboutin.com)

Bagian lain yang juga perlu diperiksa adalah logo brand yang ditampilkan pada sebagian model, seperti heel, sneaker, loafer, hingga tas. Pada heel dan shoes, logo yang paling ikonik adalah sol merah yang dilapisi pernis khas. Di bagian lengkung sol bisa ditemukan logo tulisan “Christian Louboutin” yang timbul, diikuti oleh kata “PARIS” dan “MADE IN ITALY.” 

Logo pada bagian interior (Sumber foto: us.christianlouboutin.com dan us.christianlouboutin.com) Logo pada bagian interior (Sumber foto: us.christianlouboutin.com dan us.christianlouboutin.com)

Pada sneaker, logo sering ditampilkan pada red rubber outsole atau embossed leather patch pada bagian samping. Banyak model juga menyertakan logo monogram “CL” pada tongue atau heel tab. Bagian interior footbed selalu menampilkan tulisan “Christian Louboutin” pada bagian atas dan kata “Paris” pada bagian bawah dengan warna emas atau perak. 

Logo pada interior footbed (Sumber foto: voila.id) Logo pada interior footbed (Sumber foto: voila.id)

Sementara itu pada tas Louboutin biasanya menampilkan monogram hardware “CL” pada clasp atau front bag. Di bagian dalam, embossed leather tag menampilkan nama lengkap brand dengan warna yang sama dengan warna leather yang dipakai. Selain itu, sebagian besar tas menyertakan sentuhan warna merah, baik melalui lining atau red rubber base yang meniru sol sepatu, dan menampilkan logo tulisan timbul.

Logo pada front bag (Sumber foto: us.christianlouboutin.com) Logo pada front bag (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

5. Packaging dan Dustbag

Bagian lain yang juga perlu diperiksa adalah packaging dan dustbag produk. Box asli berwarna cokelat muda yang sangat kokoh dengan informasi lengkap: nama model, warna, ukuran Eropa, dan barcode. Logo “Christian Louboutin” terletak tepat di tengah tutup kotak dengan tulisan “Paris” di sudut kanan bawah. Produk asli juga dilengkapi dustbag berwarna merah ceri yang terbuat dari katun berkualitas tinggi, bukan plastik atau nilon tipis. Untuk sepatu heel, biasanya terdapat tambahan kantong kecil berisi heel tips (cadangan sol tumit).

Packaging dan dustbag (Sumber foto: poshmark.com)

5. Packaging dan Dustbag

6. Perhatikan Hardware yang Dipakai

Meskipun produk best seller Christian Louboutin adalah heel dan sneaker dengan red sole, tetapi item clutch atau tas juga banyak diminati. Nah untuk tas Christian Louboutin juga dilengkapi hardware dalam beberapa elemen, seperti zipper yang mudah dioperasikan, clasp, buckle, hingga chain strap. Hardware pada bagian tersebut harus terasa padat dan berkualitas, tidak ringkih atau mudah terkelupas. 

Hardware ini ada yang dibuat dengan warna keemasan dan silver menggunakan material high-quality yang kokoh dan membuat visual tas terlihat elegan. Pada metal hardware juga dibekali logo brand dengan tulisan “Christian Louboutin” yang diukir. Jadi, periksa seluruh hardware pada tas dengan logo brand yang tepat. Jika tidak menemukannya, kamu patut curiga bila itu adalah produk palsu.

Hardware pada tas (Sumber foto: us.christianlouboutin.com)

6. Perhatikan Hardware yang Dipakai

Itu dia beberapa langkah dan bagian yang perlu diperiksa untuk mengetahui produk Christian Louboutin asli vs palsu. Jika ingin mengoleksi produk yang dijamin 100% original, kamu bisa langsung meluncur ke website atau butik voilà.id.

Share this article